Proyek Bermasalah
154 Likes

 

Sebanyak 171 orang menjadi korban penipuan berkedok down payment (DP) atau uang muka rumah murah di Tangerang Selatan, Banten. Pelaku, John Sumanti (47), mengaku sebagai direktur utama perusahaan properti bernama PT Citra Cakrawala Kinasa (CKK). 

Salah satu korban, Dina, mengatakan, alasan dirinya termakan bujuk rayu John yakni pria tersebut begitu meyakinkan menawarkan rumah murah dengan lokasi yang terjangkau. 

"Sampai akhirnya berminat karena lokasinya. Lokasinya kan pertengahan Serpong dan Parung, jadi enggak terlalu jauh ke Bintaro. Aku pikirnya karena rumah bersubsidi yang murah dan enggak terlalu jauh," ujar Dina saat ditemui Kompas.com di Mapolres Tangerang Selatan (Tangsel), Kamis (13/12/2018). 

Dina mengatakan, informasi penjualan rumah murah didapatkan melalui tetangganya pada September 2016. Dina kemudian melihat langsung lokasi rumah yang berada di daerah Cidokom, Kabupaten Bogor. 

Saat melihat fisik rumah yang sudah ada, Dina tertarik dan mendatangi salah satu kantor PT CKK di kawasan BSD. Dina bertemu dengan salah satu sales marketing bernama Tama. 

Tama memperlihatkan lokasi rumah yang akan dijual. Selain di Cidokom, PT CKK juga memiliki lokasi perumahan di daerah Curug, Kabupaten Bogor. Dina diyakinkan dengan foto-foto serta desain dari rumah di dua lokasi tersebut. 

Dina yang semakin percaya memutuskan untuk membeli rumah di Cidokom. Dina juga mendatangi kantor pemasaran PT CKK yang berada di Perumahan Villa Dago Pamulang, Tangsel. 

Di sana, Dina bertemu dengan John. Namun, saat ditemui John tidak seperti agen properti lainnya yang memakai pakaian rapi. John terlihat hanya mengenakan celana pendek. "Mungkin karena dia pemiliknya," ujar Dina. 

Di kantor tersebut, John kembali meyakinkan Dina bahwa rumah yang ditawarkan memang ada. 

Dina sempat memeriksa apakah PT CKK berada dalam daftar nama perusahaan yang bekerja sama dengan Bank Tabungan Negara (BTN) sebagai perusahan penyedia rumah murah. Saat diperiksa, nama CKK telah terdaftar. 

Dina kemudian membayar booking fee dan uang muka dengan total Rp 30 juta. 

Selang enam bulan, Dina tidak mendapat panggilan untuk akad kredit perumahan BTN. Dia kemudian mencoba mendatangi kedua kantor CKK. 

Namun, kedua kantor tersebut telah tutup. Dina lalu mencoba menghubungi John. Melalui sambungan telepon, John menjelaskan akan tetap memberikan rumah yang sudah dijanjikan.

 John mengaku terkendala masalah internal dan sejumlah konsumennya yang melaporkan ke polisi karena menganggap perusahaan tersebut telah melakukan penipuan. 

"Saya tanya, 'Pak, belum ada panggilan akad'. Dia bilang, 'Tenang Bu, itu yang bikin gara-gara kenapa jadi keangkat-angkat, pada ngadu ke polisi. Enggak ada niat buat nipu, tenang saja. Kalaupun enggak jadi, kami balikin uangnya. Nanti dibangun, ini masalah internal'. Dia lebih galak ngomongnya," ujar Dina. 

Namun, hingga akhir Desember 2018, John tak lagi bisa dihubungi. Dina memutuskan untuk melaporkan dugaan penipuan itu ke pihak kepolisian. 

Korban lainnya, Suryono, mengatakan telah mentransfer uang muka Rp 21 juta karena percaya tawaran rumah oleh PT CKK. 

Suryono mendapatkan informasi rumah murah dari temannya. Dia mencoba melihat langsung lokasi rumah yang berada di daerah Curug. 

Sesampainya di lokasi, Suryono melihat sedang ada pembangunan perumahan. Ia lantas percaya dan menemui bagian marketing PT CKK di BSD, Serpong. 

Suryono mentransfer uang Rp 21 juta ke PT CKK. Namun, setelah ditunggu lebih dari setahun, tidak ada panggilan dari pihak bank ataupun PT CKK untuk kelanjutan pembelian rumah itu. 

"Saya transfer Rp 21 juta, dicicil tiga kali. Memang saya lagi butuh rumah dan itu kebetulan lokasinya dekat dengan tempat kerja saya dan murah. Saya sih berharap uang saya kembali," ujar Suryono. 

Sebelumnya diberitakan, ratusan orang menjadi korban penipuan John Sumanti. Kepada korbannya, ia menawarkan rumah dengan uang muka yang tergolong murah.  

John mengaku, ia merupakan agen properti yang telah bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk membangun rumah bersubsidi dengan DP murah. Rata-rata para korban diminta untuk membayar booking fee sebesar Rp 5 juta hingga Rp 7,5 juta. 

Para korban dijanjikan akan mendapatkan hunian yang berlokasi di Desa Curug, Kabupaten Bogor atau di Desa Cidokom, Kabupaten Bogor. 

Termakan bujuk rayu serta gaya John yang meyakinkan, para korban pun bersedia menyerahkan uang mereka. Namun, John kabur ketika para korban mulai menangih janjinya. 

John ditangkap di Manado, Sulawesi Utara, Sabtu (8/12/2018) lalu.

 

Sumber : https://megapolitan.kompas.com/read/2018/12/13/20024941/ini-pengakuan-korban-korban-penipuan-dp-rumah-murah-di-tangsel?page=all#page3

Posted in: Kejahatan
Respon Anda
Respon Anda