PT Kampoeng Kurma Group
on June 24, 2021 48 views
Sejumlah investor mendatangi kantor Kampoeng Kurma di Jalan Asogiri, Kecamatan Bogor Utara, Rabu (13/11) kemarin. Mereka meminta kejelasan atas nasib dana yang telah digelontorkan untuk membeli kavling kebun kurma. Mustika adalah salah satunya. Pada 2017, pria ini telah membeli sebuah kavling kurma seharga 84 juta rupiah di Jasinga, Bogor. Ia dijanjikan kepemilikan tanah serta bagi hasil penjualan kebun kurma selama 1 hingga 5 tahun.
Namun, Mustika kini hanya ingin bukti kepemilikan lahannya setelah bertahun-tahun kebun kurmanya tak dikelola. Para pembeli menyadari ada kesalahan pengelolaan keuangan dan manajemen dalam tubuh PT Kampoeng Kurma. Namun, mereka menuntut perusahaan menuntaskan kewajibannya setelah negosiasi berulang-ulang. Beberapa konsumen bahkan berharap skema investasi dengan pembelian tanah serta penjualan hasil kebun kurma tetap dijalankan. Pihak Kampoeng Kurma tak mau berkomentar saat ditanya kejelasan kasus ini.
Namun, melalui kuasa hukumnya, Direktur Utama PT Kampoeng Kurma, Arfah Husaifah Arshad menolak disebut sebagai penipu. Konsumen yang merasa dirugikan dipersilakan menempuh jalur hukum.
Sebelumnya, puluhan orang mengadu ke Lembaga Bantuan Hukum Bogor. Mereka mengaku belum mendapatkan haknya usai membeli kavling di Kampoeng Kurma.
Seharusnya, dengan prinsip Syariah dan anti-riba, penanam dana dijanjikan keuntungan dari pembelian tanah kebun kurma, serta penjualan kurma.
Categories: Kasus Properti
Jadilah orang pertama yg menyukai hal ini.
Jadilah orang pertama yg menyukai hal ini.